oleh

Heboh Muncul Agama Baru di Sumbar, Muhammadiyah Minta Pengikutnya Tidak Dibawa ke Polisi

IMNews– Heboh kemunculan agama baru di Solok, Sumatera Barat (Sumbar). Para pengikutnya terancam diproses hukum kalau tak mau bertobat, apalagi kepercayaan tersebut dibilang ‘Agama Muslim’.

Dilansir dari CNNIndonesia, Badan Koordinasi Pengawas Aliran Keagamaan dan Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Solok akan membawa ke proses hukum. Dengan syarar Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat memutuskan aliran tersebut benar menyimpang dari Agama Islam.

Baca: Tim SAR Belum Temukan Lima Awak Kapal Nelayan di Perairan Rokan Hilir

Kepala Kejaksaan Negeri Solok adalah Ketua Bakorpakem. Di dalamnya ada unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kodim, Kementerian Agama, MUI, Polres, dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

“Jika mereka mau dibina dan membubarkan kelompok mereka, masalah selesai karena tidak lagi meresahkan masyarakat,” sebut Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Solok, Ulfan Yustian Alif Sabtu (25 Juli 2020).

Namun kalau pengikut ‘Agama Muslim’ itu tak mau bertaubat, Bakorpakem menunggu fatwa MUI Solok yang menyebut agama baru itu sesat.

Sementara itu Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mukti beranggapan pengikut aliran ‘Agama Muslim’ di Sumbar itu mesti dibina bukan bawa ke ranah hukum.

“Masalah tersebut tidak perlu dibawa ke polisi dan ranah hukum,” sebut Mukti seperti dilansir dari Okezone. Mukti menilai pengikut aliran Agama Muslim itu diberikan pendekatan dakwah, persuasif, dan pembinaan yang intensif, tanpa ada paksaan apalagi kekerasan.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Mukti menegaskan kalau pemimpin aliran itu mengaku sebagai suatu kepercayaan maka jelas bukan Agama Islam. “Kalau mereka menyebut dirinya aliran kepercayaan, berarti bukan Islam,” sebut Mukti. (Aris)